Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis Bersama Blogger Ternama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis Bersama Blogger Ternama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2020

Resume 09 : Kupas Tuntas Ragam Tulisan Non Fiksi Bersama Penulis Profesional

Kata profesional mengandung makna keahlian atau ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang. Keahlian dan ketrampilan ini bisa diperoleh seseorang melalui pendidikan atau latihan, baik yang didapat dari orang lain atau pun sebuah lembaga. Berkenaan dengan makna profesional tersebut, maka penulis profesional bisa diartikan seseorang yang memiliki keahlian atau 

ketrampilan dalam bidang tulis menulis. Nah, pada kesempatan malam ini, Jum'at, 19 Juni 2020, kelas online Belajar Menulis Bersama Om Jay, kedatangan seorang narasumber istimewa yaitu Ibu Siska Distiana, kelahiran Klaten, 12 Desember 1985. Saya katakan istimewa karena selain sebagai ibu rumah tangga, beliau masih bisa menyempatkan diri sebagai seorang penulis konten (content writer) dan editor (freelance editor). Sebagai  seorang penulis, jam terbang lumayan tinggi, terbukti banyaknya tulisan-tulisan beliau yang dimuat di media massa dan banyaknya pesanan/ permintaan untuk menulis artikel atau konten-konten tertentu. Untuk menambah wawasan kita terhadap dunia tulis menulis, beliau akan berbagi pengalamannya tentang ragam tulisan non fiksi, terutama yang berkaitan dengan profesi yang selama ini digelutinya. Mari kita simak pemaparan beliau selengkapnya.

Alasan Mengapa Kita Menulis

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda, “Qoyyidul ‘ilma bil-kitaabati” yang artinya ikatlah ilmu dengan tulisan ( menulisnya ), (Silsilah Ash-Shahiihah no.2026). Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahmatullah berkata, “Seorang penuntut ilmu harus semangat dalam mengingat-ingat dan menghafal apa yang telah ia pelajari, baik dengan hafalan di dalam dada ataupun dengan menuliskannya.” Ilmu adalah buruan, sedangkan tulisan adalah pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Inilah landasan utama, mengapa kita perlu menulis.


Alasan-alasan lainnya mengapa kita perlu menulis adalah sebagai berikut :

1. Knowledge management

  Dengan bergabung dalam grup kelas menulis ini, tentu kita bisa belajar menulis dan menuliskan sesuatu yang mungkin bermanfaat untuk orang lain. Tulisan yang sudah kita posting di blog milik pribadi, harapannya bisa dibaca dan dinikmati oleh mereka yang membutuhkannya. Inilah salah satu contoh bentuk knowledge management atau manajemen ilmu pengetahuan yang kita miliki.

2. Copyright milestone

        Copyright milestone atau jejak langkah, dengan tulisan itu kita bisa bercerita kepada orang lain tentang pengalaman kita, yang apa pernah kita lakukan atau gagasan-gagasan yang pernah kita ungkapkan dalam bentuk tulisan. Jadi ada bukti tertulisnya kalau kita pernah melakukan sesuatu atau menyampaikan gagasan-gagasan dengan ide-ide kita.

     3. Paten

   Tulisan itu sebenarnya adalah sebuah legalisasi atau paten dari aktivitas kita, ide-ide atau gagasan kita. Jadi mengapa kita perlu menuliskan ilmu yang kita punya, atau mengikat ilmu yang kita punya, ini dlam rangka untuk mematenkan ide-ide atau gagasan kita jangan sampai di kemudian hari ide-ide kita diakui atau anggap milik orang lain karena kita tidak punya bukti otentik atau tertulisnya. Ini bisa terjadi misalnya karena kita punya ide-ide dan kita sampaikan ke publik, padahal kita belum menulisnya, sehingga bisa saja ide-ide tersebut diambil dan ditulis orang lain yang dianggapnya itu ide-ide mereka.

    Ragam Tulisan Non Fiksi

     

Berdasarkan KBBI, tulisan non fiksi diartikan tulisan yang tidak bersifat fiksi tapi berdasarkan fakta dan kenyataan. Dalam konteks karya atau tulisan, non fiksi adalah karya informatif, di mana penulis bertanggung jawab penuh atas kebenaran dan akurasi informasi yang disajikannya. Kenapa demikian, karena memang yang tahu persis tentang apa yang kita tulis ya kita sendiri, bukan orang lain.

    Tulisan non fiksi banyak ragamnya, bisa berupa buku teks, kamus, ensiklopedi, berita, esai, catatan perjalanan, artikel informatif dan juga best practice. Namun, pada kesempatan ini, penulis hanya akan fokus membahas ragam non fiksi yang menurut beliau bisa ditulis dengan cepat dan mudah serta kontennya tidak terlalu berat, yaitu berita, esai, catatan perjalanan, artikel informatif dan best practice.

    

    1. Berita

       Menurut KBBI, berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau   peristiwa      hangat. Secara garis besar, dilihat dari teknik penulisannya, berita itu ada dua, yaitu    

hard news dan feature. Hard news adalah berita yang to the point, tidak bertele-tele, 

  isinya lugas dan singkat, tidak terlalu banyak bunga-bunga bahasa di dalamnya.   Sedangkan feature adalah sebuah artikel yang kreatif dan bersifat menghibur. Gaya   penulisannya seperti gaya bercerita (true story), harapannya, selain pembaca mendapat   informasi, juga mendapatkan hiburan dari berita yang dibacanya. Biasanya bunga-bunga     bahasa dan hiasan kata-kata bisa diterapkan pada jenis

tulisan feature ini.     

    










2. Esai

       

Esai adalah karangan prosa yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Esai sering juga disebut opini. Kita mengangkat sebuah topic, kemudian kita kupas berdasarkan analisa kita dan biasanya kita tawarkan solusinya.

    3. Catatan perjalanan

       Catatan perjalanan adalah proses sebuah perjalanan atau ulasan tentang apa yang kita temui dalam perjalanan tersebut. Ulasannya bisa bermacam-macam, bisa tentang tempat dan budaya daerah yang kita kunjungi, makanan khasnya, dan sebagainya, Bisa juga menceritakan tentang detil-detil perjalanannya. Biasanya produk jenis tulisan ini dibuat buat oleh para blogger yang sedang melakukan perjalanannya (travelling). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi atau petunjuk kepada para pembaca yang ingin melakukan perjalanan ke suatu tempat atau daerah.

    4. Artikel informatif

        

Artikel informatif adalah tulisan yang berisi informasi tentang suatu hal. Tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan kepada pembacanya dan isinya murni tentang informasi saja. Jadi kita mengangkat sebuah topik, kemudian kita ulas atau bahas dan isinya hanya informasi semata tentang topik yang tersebut. Dalam bahasa populer, artikel semacam ini sering juga dusebut dengan istilah artikel feature.


    5. Best practice

        

Best practice adalah tulisan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Kata best practice biasanya dipakai dalam dunia pendidikan karena karya ini memang biasanya dibuat oleh para pendidik atau mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan. Selain sebagai lesson study, produk tulisan best practice juga bisa sebagai masukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Biasanya produk best practice dishare untuk pembelajaran (lesson study) bagi rekan sesame guru dan harapannya juga bisa sebagai masukan untuk pemerintah dalam pengambilan kebijakan yang terkait dengan bidang pendidikan. Yang menarik adalah, best practice ini biasanya dituliskan dalam bentuk yang sangat formal, atau bisa juga dalam bentuk PTK (penelitian tindakan kelas). Tulisan best practice ini ternyata bisa kita produksi dalam bentuk feature. Isinya best practice tapi kita tuliskan dalam gaya penulisan feature. Di dalamnya tetap ada permasalahan yang kita sajikan, bagaimana cara menyelesaikan permasalahannya serta hasilnya seperti apa juga tetap kita sajikan.

             Sebelum mengakhiri paparan materinya, beliau menyampaikan alasannya mengapa tidak memiliki blog pribadi, tetapi lebih memilih menulis di platform-platform forum yang gratis, seperti di kompasiana atau media lainnya. Selain mudah menuliskannya, kemungkinan orang untuk melihat atau membaca tulisan kita juga lebih banyak. Di samping itu, menurut beliau, kanal-kanal di platform forum juga lebih banyak dan lebih lengkap. Dan sebagai penutup pemaparan materinya, beliau mengutip karya salah satu penulis legendaris Indonesia, Pramoedya Ananta Toer mengatakan sebagai berikut ; “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

         Sesi Tanya Jawab

         Untuk sesi tanya jawab, saya cantumkan dua contoh pertanyaan dari para peserta kelas      online Belajar Menulis Bersama Om Jay dan jawaban Bu Siska Distiana seputar ragam    

         tulisan non fiksi sebagai berikut :

        1. a. Pertanyaan dari Ibu Nanik Yuliani ( Mataram )

                Tulisan Bu Siska begitu bermutu, apa langkah2 atau persiapan yang dilakukan

                Bu Siska sebelum membuat sebuah tulisan ?

            b.Jawaban Bu Siska : Yang pertama saya adalah mengeluarkan apa yang berseliweran di pikiran saya. Misalnya, saya akan menulis tentang virus corona, maka semua yang saya pikirkan tentang itu saya tulis dulu. Biasanya saya menggunakan mind mapping sederhana untuk itu. Hal ini saya lakukan agar ketika saya menulis nanti, saya tidak tersesat dan tidak ada informasi yang ingin saya sampaikan kemudian terlewatkan dalam tulisan saya. Pada dasarnya, di sini saya sedang membuat kerangka tulisan, yang dalam bentuk sangat sederhana dan kasaran. Setelah semua isi pikiran saya keluarkan, lalu saya susun, mana yang akan saya letakkan di bagian pembuka, tengah dan penutup tulisan.

                Setelah semua selesai saya tulis, kemudian saya mengendapkan dulu tulisan

                itu, minimal 15 menit.tujuan mengendapkan ini adalah untuk mengistirahatkan

             otak. Kemudian saya baca lagi tulisan saya. Biasanya setelah otak lebih jernih, maka akan lebih teliti saat membaca ulang. Jika ada salah ketik, atau letak yang tidak pas, bisa kita perbaiki. Nah, di sini juga saya melakukan self editing atau mengedit sendiri. Kesalahan-kesalahan dalam tulisan tadi bisa saya revisi terlebih dahulu.

                Setelah semua dirasa oke, barulah saya setor tulisan saya ke editor (jika itu    

                tulisan pesanan), atau saya posting jika tulisannya untuk kepentingan saya

                pribadi.

        2. a. Pertanyaan Bpk Edi Syahputra ( Aceh )

                Bagaimana menulis berita yang baik ?

            b. Jawaban Bu Siska

                Pertama, harus terpenuhi dulu semua unsur bertanya. Apa itu ? 5W+1H (Who,

            What, When, Where, Why, dan How). Jadi sebuah berita harus bisa   menceritakan siapa melakukan, apa, kapan, dan di mana dilakukannya, mengapa melakukan itu, dan bagaimana ia melakukannya.

          Kedua, ada nilai akualitas dan faktualitas dalam berita. Aktualitas kecepatan berita ditayangkan. Jadi semakin cepat sebuah peristiwa diangkat menjadi berita dan ditayangkan, akan lebih diminati khalayak. Kemudian faktualitas, ini bicara tentang kebenaran. Jadi sebuah berita harus benar-benar berdasarkan peristiwa nyata. Makin dekat sebuah berita dengan keseharian khalayak, biasanya akan makin diminati.

         Ketiga (terakhir), kemampuan menulis kita berbanding lurus dengan kemampuan membaca. Jadi, semakin banyak kita membaca berita, maka kita akan lebih mudah memproduksi & memilih diksi kata yang menarik pada naskah berita yang akan kita buat.   

            Demikian rangkuman pemaparan materi tentang ragam tulisan non fiksi dan sharing pengalaman narasumber yang bisa saya tuliskan, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.


Jumat, 19 Juni 2020

Resume 08 : Tips Menulis Resume Kuliah Yang Baik ala Cikgu Tere

Membuat resume yang baik bagi kebanyakan orang tidaklah mudah. Demikian juga halnya bagi sebagian siswa ataupun mahasiswa.  Mereka masih mengalami kesulitan dan bahkan kebingungan untuk memulainya. Tapi bagi sebagian yang lainnya, mungkin tidaklah terlalu sulit, bahkan bisa dianngap suatu pekerjaan atau kegiatan yang mudah dan menyenangkan. Yang beranggapan mudah, mungkin karena mereka punya bakat dan kemauan yang kuat untuk bisa. Sebagian lagi mengganggap mudah mungkin karena sudah terbiasa dan mungkin saja punya tips dan trik tertentu untuk bisa membuat resume yang baik sekalipun, dan bahkan mungkin bisa menyelesaikannya dengan cepat. Dengan kata lain, agar kita bisa membuat resume dengan baik, tentu diperlukan kiat-kiat khusus atau tips dan triknya.   

Pada malam ini Rabu, 17 Juni 2020 yang merupakan hari ke-8 perkuliahan kelas online Belajar Menulis Bersama Om Jay, mengusung tema  Berbagi Pengalaman Menulis Resume Kuliah dengan narasumber Cikgu Tere, seorang guru muda, cantik nan jelita dengan segudang prestasi tentunya.  Nama lengkap beliau adalah Theresia Sri Rahayu,

S.Pd. SD atau yang sering dipanggil dengan sebutan Cikgu Tere. Beliau dilahirkan di Kuningan, 13 September 1984 dan saat ini beliau mengemban tugas negara sebagai seorang guru di SDN Waihibur, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Rupanya Ibu Guru yang cantik jelita ini, punya kepiawaian dalam bidang tulis menulis dan segudang prestasi lainnya. Kisah kepiawaian dalam dunia tulis menulisnya, mulai terlihat ketika Cikgu Tere ini mengikuti kegiatan Belajar Menulis bersama Om Jay yang berlangsung secara online melalui WhatsApp grup. Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, tepatnya di bulan Februari 2020 beliau melihat salah satu postigan teman di FB tentang resume kegiatan Belajar Menulis Bersama Om Jay. Karena ketertarikan dan keingintahuannya tentang kegiatan menulis itu, akhirnya beliau memberanikan diri untuk bertanya kepada Om Jay tentang cara agar bisa mengikuti kegiatan belajar menulis itu, atau yang sering disebut dengan kulian online via WAG. Akhirnya Om Jay memasukkan Cikgu Tere ke dalam grup belajar menulis Gelombang 4.

Sebelum mengikuti kuliah perdananya secara online, Cikgu Tere mendapat informasi bahwa materi pertamanya tentang personal branding. Lalu Om Jay mendata semua peserta grup Belajar Menulis Gelombang 4 yang sudah memiliki blog. Tujuannya adalah agar setelah menerima materi dari nara sumber, peserta membuat resume untuk dikirim ke Om Jay dan diposting di blog masing-masing. Om Jay mengatakan bahwa dengan cara seperti ini, kita bisa menebar banyak kebaikan melalui tulisan yang bagikan tersebut. Bagi Cikgu Tere, perkuliahan online lewat WAG merupakan kali pertama yang beliau ikuti. Cikgu Tere merasa bingung ketika harus membuat resume di setiap akhir sesi perkuliahannya, walaupun sebenarnya beliau sudah memiliki blog sendiri, yaitu https://cikgutere.blogspot.com. Lalu Cikgu Tere mencoba mencari informasi tentang resume. Tips dan trik serta cara mudah membuat resume. Sebagai sumber referensinya, Om Jay memberikan contoh resume dari salah satu peserta pelatihan menulis gelombang sebelumnya.

Awalnya Cikgu Tere menulis resume dengan cara mengimitasi gaya menulis resume dari beberapa orang. Namun menurut beliau cara seperti itu terasa kaku dan ide-idenya tidak bisa mengalir dengan lancar. Seiring dengan berjalannya waktu dan setelah mengikuti anjuran om Jay untuk melakukan blog walking, akhirnya Cikgu Tere mulai menemukan style nya sendiri dalam menulis resume. Dari situlah Cikgu Tere merasa lebih percaya diri saat menulis resume. Sebagai bukti nyatanya adalah jumlah viewer tulisan resumenya sampai ratusan pembaca. Salah satu resume beliau yang paling banyak viernya yaitu 720 orang adalah https://www.cikgutere.com/2020/04/semua-guru-bisa-jadi-gupres-ini-caranya.html/m=1.  Dan Selama mengikuti kegiatan belajar menulis bersama Om Jay, Cikgu tere punya pengalaman yang unik dan menarik. Salah satunya adalah ketika nara sumber perkuliahan online, yaitu Ibu Lilis Sutikno, memberikan tantangan kepada para peserta untuk menulis resume dengan cepat. Bagi yang tercepat akan mendapatkan hadiah dari beliau. Saat itu di daerah Cikgu Tere sedang mati lampu, tapi Cikgu tetap berusaha untuk bisa menyelesaikan tantangannya dengan cepat. Akhirnya resumenya bisa terselesaikan pukul 01.00 WITa. Dan Cikgu Tere segera membagikan resumenya ke laman FB Ibu Lilis. Esoknya Ibu Lilis mengontak Cikgu Tere dan menyatakan bahwa resumenya termasuk 10 besar resume tercepat dan akan mendapat hadiah buku dari beliau. Tentu saja hal itu menjadikan Cikgu Tere merasa sangat senang karena bisa membuktikan bahwa dirinya bisa menulis resume dengan cepat dan Ibu Lilis juga suka dengan resume yang dia tulis. Semenjak pengalaman itu, motivasi Cikgu Tere dalam menulis pun bertambah, yaitu motivasi untuk berprestasi. Memang motivasi untuk menulis itu banyak, tapi bagi Cikgu Tere, motivasi utamanya ada dua yaitu untuk berbagi/sharing dan untuk berprestasi. Hal itu juga bisa dibuktikan oleh Cikgu Tere dengan beberapa resumenya yang mendapat hadiah atau penghargaan, antara lain :

1. Resume tercepat : https://www.cikgutere.com/2020/03/gas-gere-berani-menulis-berani.html?m=1

2. Resume terbaik : https://www.cikgutere.com/2020/04/strategi-pemasaran-buku-yang-efektif.html

3. Resume terbaik dan inspiratif : https://www.cikgutere.com/2020/05/belajarlah-menulis-dari- 

    kartini-dan-ukirlah-sejarah-karyamu.html?m=1

Ternyata benar apa yang dikatakan Om Jay, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Keajaibannya”. Cikgu tere adalah salah satu orang yang sudah membuktikan dan merasakan manfaat menulis setiap hari, yaitu dengan menulis resume. Keajaiban itu datang ketika Cikgu Tere dan peserta lain sedang menyimak penyampaian materi dari Prof.Richardus Eko Indrajit.

Di tengah-tengah penyampaian materinya, beliau menantang kami untuk menulis buku dalam waktu seminggu. Dan Cikgu tere termasuk salah satu dari 21 peserta yang menjawab tantangan itu. Dan akhirnya setelah melewati proses bimbingan dari beliau dan penguatan dari Om Jaya, buku karya Cikgu Tere yang berkolaborasi dengan Prof.Richardus Eko Indrajit dengan judul “Belajar semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar,” dinyatakan diterima dan diterbitkan oleh Penerbit andi, Yogyakarta yang merupakan salah satu penerbit mayor. Bagi Cikgu Tere, ini adalah pencapaian yang luar biasa saat ini. Kepercayaan dan tanggung jawab yang besar harus dipikulnya. Terbukti dengan prestasi ini, Cikgu Tere banyak guru-guru yang menghunginya melalui WA dan messenger sekedar untuk meminta tips dan sarannya dalam menulis.  Sebagai salah satu wujud motivasinya dalam menulis yaitu untuk berbagi, maka beliau pun berbagi tips tentang menulis resume ala Cikgu Tere sebagai berikut :

1. Menulis resume sesegera mungkin, selagi topik itu hangat. Tujuannya agar tidak semakin banyak

    uraian yang terlewat.

2. Menulis resume sesuai dengan gaya menulis kita sendiri. Just be your self.

3. Tangkap point penting materi dari nara sumber, modifikasi dengan kalimat sendiri (jangan asal copas

    materi dari chat)

4. Gunakan pengantar yang menarik sebelum masuk di isi resume (hubungkan dengan realitas hidup

    atau keinginan, misal topiknya Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor, maka awali dengan pengantar

    bahwa sejak kecil saya suka membaca buku dan suatu hari nanti ingin menulis buku dan bukunya  

    bisa diterbitkan serta bisa dipajang di rak-rak buku di took-toko buku besar).

5. Gunakan heading dan sub heading agar resume terkesan lebih rapi tatanannya. Selain itu,

    penggunaan heading dan sub heading juga sangat membantu bagi para pembaca untuk memahami

    struktur tulisannya.

6. Tulislah resume dengan sepenuh hati. Bukan sekedar untuk memenuhi tugas menulis resume dari Om

    Jay. Ketika kita menulis resume dengan sepenuh hati, maka usaha/ effort kita akan lebih dibanding

    dengan peserta/blogger lain.

    a.Menentukan judul resume yang wow.

       Untuk lebih jelasnya, bacalah artikel berikut : https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-

       tulisan-yang-menarik-minat.html?=1

    b.Mencari referensi terkait topic

    c.Merancang “pasar’ resume kiata dan melakukan strategi promosi

    d.Merancang tampilan/ visual resume dengan menambahkan gambar  atau video di resume kita

    e.Melakukan editing sederhana (PUEBI)

7. Cari informasi terkain nara sumber yang akan kita tulis materinya melalui resume. Semakin lengkap

    kita dalam memberkan gambaran nara sumber, maka poin kita akan menjadi lebih baik dari pada

    peresume yang lain. Caranya : stalking akun medsos narasumber (FB, istagram, dll)

8. Gunakan aplikasi atau alat-alat lain yang mendukung kita dalam menulis resume, misalnya jika ada

    nara sumber yang memberikan materi melalui YouTube, maka putar videonya di hp sambil ketik

    resumenya. Atau jika ada yang menyampaikan materinya dengan voice note, gunakan aplikasi voice 

    to text untuk mengubahnya menjadi teks.

9. Lakukan blog walking untuk mencari informasi yang mungkin terlewat serta mencari inspirasi  

    menulis.

Demikianlah rangkuman tentang tips menulis resume ala Cikgu Tere.

Terkait dengan sesi  tanya jawab di bagian akhir pemaparan materi tentang Berbagi Pengalaman Menulis Resume yang baik, Cikgu juga menyampaikan tentang tips agar banyak pembaca yang berkunjung ke blog kita. Menurut beliau, tips nya adalah :

1. Buatlah artikel yang menarik, actual dan yang terpenting adalah artikel update.  

    Maksudnya, sepertidicontohkan Cikgu Tere, artikel beliau dibaca ribuan orang, yaitu 

    tentang download materi belajar di rumah, karena saat ini banyak orang yang sedang 

    mencari materi pembelajaran untuk belajar di rumah.

2. Buatlah judul artikel yang wow.

3. Dan jangan lupa untuk membagikan postingan blog kita di beberapa komunitas blogger.

Dan hal ini juga bisa dibuktikan oleh Cikgu Tere yang mendapat penghargaan sebagai blogger inspiratif dari ikatan Guru TIK dan Penerbit Andi, Yogyakarta.

Sebagai penutup untuk perkuliahan online malam ini Cikgu Tere menyimpulkan bahwa menulis resume itu banyak manfaatnya, antara lain ; menambah pengetahuan, mengikat sari-sari ilmu, dan menajamkan pola berfikir kita. Jika kita mengaktifkan diri menulis resume dengan baik dan sepenuh hati, niscaya banyak keajaiban yang akan terjadi. Maka, mari kita buktikan, buktikanlah sendiri dengan menulis setiap dengan sepenuh hati. Salam literasi.


Resume 07 : Berawal Dari Hobi, Jadilah Guru Blogger Handal

Bagi sebagian orang, istilah ngeblog mungkin bukanlah hal yang asing, bahkan sudah akrab dengan telinga mereka, terutama para blogger. Ngeblog adalah proses kegiatan yang dilakukan oleh blogger untuk berbagi pengalaman, tips & trik atau lainnya melalui situs/ halaman web milik pribadinya atau komunitasnya. Dan biasanya situs webnya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topic dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Sedangkan, blogger adalah sebutan bagi orang-orang yang menulis di blog miliknya atau blog komunitasnya. Nah, pada malam perkuliahan online via WAG kali ini, Senin, 15 Juni 2020, Om Jay mengundang seorang blogger muda potensial yang sudah berhasil menerbitkan buku karena hobi ngeblognya. Beliau adalah Pak Brian Raimundus Prasetyawan, S.Pd., atau biasa dipanggil dengan Pak Brian. Sebagai bukti kecintaanya terhadap kegiatan ngeblog, malam ini beliau akan berbagi pengalaman tentang hobi ngeblognya kepada peserta kuliah kelas online Belajar Menulis Bersama Om Jay. Berikut kisah lengkap pengalaman Pak Brian dengan hobi ngeblognya.

Kisah Awal Hobi Ngeblog

Pak Brian mengawali hobi ngeblognya sejak tahun 2009 di blogger.com. Pada mulanya beliau merasa sendirian saja menjadi guru blogger. Beliau bersyukur bisa dipertemukan dengan grup ini sehingga dapat bertemu dengan guru-guru blogger luar biasa di seluruh Indonesia. Dikisahkan oleh beliau bahwa awalnya masuk ke grup kelas Belajar Menulis Bersama Om Jay ini karena beliau ingin belajar tentang cara menulis yang baik dan menarik. Berawal dari peserta saja, kemudian beliau melihat ada bapak/ibu peserta lain yang mengalami kesuliatan dalam membuat/menggunakan bog. Sebagai guru blogger, tergeraklah hati beliau untuk membantunya agar punya banyak teman guru blogger. Beliau ingin bapak/ibu guru blogger tidak merasa bahwa blog itu media yang sulit digunakan. Beliau juga khawatir kalau kesulitan yang dialami tidak kunjung mendapatkan solusinya, bapak/ibu akan menunggalkan blog. Dengan adanya kebersamaan, saling mendukung dan membantu sesama guru blogger, beliau berharap grup ini akan tetap eksis.

Motivasi dan Menjaga Konsistensi Ngeblog

Membuat blog, sesungguhnya tidaklah susah. Yang tidak mudah adalah bagaimana menjaga konsistensi ngeblog. Bagaimana bisa menuliskan artikel di blognya secara kontinyu atau setidaknya sesuai dengan target yang sudah direncanakan, itu yang tidak mudah. Banyak blogger yang terjebak dengan motivasi yang berorientasi pada hasil, khususnya penghasilan dari iklan. Ini sebaiknya motivasi yang sebaiknya dihindari, karena jika tidak kunjung dapat penghasilan, kita akan mudah meninggalkan blog. Memasang iklan boleh saja, tapi jangan terlalu banyak berharap dari penghasilan iklan. Apalagi bagi para blogger yang baru saja membuat blog, perlu menunggu minimal enam bulan jika ingin mendaftarkan blognya ke google adsense, itu pun itdak dijamin pasti diterima. Jadi, perlu kita luruskan kembali tujuan awal kita bergabung di grup ini, yaitu mengasah kemampuan menulis kita hingga menerbitkan buku. Blog digunakan sebagai media tempat kita menulis dan berbagi pengetahuan, pengalaman, informasi, tips dan trik, dll yang bermanfaat bagi diri kita dan orang lain.

Menemukan Ide Tulisan

Tidak sedikit di antara kita yang mengalami kesuliatan untuk menemukan ide-ide tulisan. Tentu saja, hal ini akan menghambat aktivitas menulis kita. Terkadang kita sudah berada di depan laptop dan siap untuk menulis, tapi masih bingung mau menulis apa. Menurut beliau, kita tidak perlu menunggu ide/ kejadian hebat untuk bisa menulis. Prinsipnya, hal biasa yang kita lakukan/ alami, bisa jadi dianggap luar biasa bagi orang lain. Maka hal yang paling mudah ditulis adalah pengalaman/ aktivitas sehari-hari di rumah atau di tempat kerja. Apalagi kita sebagai guru, tentu banyak cerita yang bisa kita tuliskan. Mulailah dari hal yang mudah, yang ada pada diri kita atau di sekitar kita dan bisa juga dengan hal-hal yang kita suka. Dengan cara seperti ini, tentu untuk memulai menuliskan ide-ide atau tulisan kita menjadi mudah dan menyenangkan.

Blogger versus Wordpress

Sering kita temukan pertanyaan, lebih bagus pakai blog apa, blogger atau wordpress ? Jawabannya tergantung selera masing-masing. Lebih spesifiknya lagi, tergantung blog mana yang pertama kali dikenal. Jika pertama kali blog yang dikenal adalah wordpress, maka biasanya akan mempelajari wordpress sampai terbiasa dan nyaman, sehingga menganggap wordpress lebih bagus. Begitu juga sebaliknya, orang yang sudah lama terbiasa menggunakan blogger akan mengatakan bahwa blogger lebih bagus. Menurut Pak Brian, sebenarnya tidak ada jawaban yang objektif untuk pertanyaan tersebut. Jika ada yang bisa menjawabnya, kemungkinan jawabannya itu dipengaruhi subjektivitas dirinya. Jadi sebenarnya tidak perlu membandingkan antara blogger dan wordpress, yang perlu dilakukan adalah memilih salah satunya dan gunakan secara konsisten. Namun demikian, bukan berarti kita tidak boleh memilih atau menggunakan dua-duanya. Kita boleh menggunakan dua-duanya, sekali lagi, yang terpenting adalah konsisten. Artinya, manakala kita sudah memutuskan untuk menggunakan dua-duanya, maka kita perlu mengatur waktu yang ada seefektif dan seefesien mungkin. Kita harus punya target dan jadwal kapan mengisi di blogger dan di wordpress, usahakan seimbang supaya kedua blog kita tetap eksis dan banyak pengunjungnya.

Teknis Penggunaan Blogger

Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Brian sebelumnya bahwa beliau ngeblog di blogger.com. Oleh karenanya, di sini beliau berbagi pengalaman ngeblonya tentang blogger.com. hal terbaru dari blogspot adalah blogger.com perlahan-lahan menuju perubahan tampilan baru. Namun ini masih tahap uji coba, sehingga kita masih bisa mengembalikan ke tampilan blogger lama. Tentu saja suatu saat nanti, pastilah tampilan baru tersebut akan menjadi permanen. Maka sebaiknya para blogger mulai membiasakan diri dengan tampilan baru blogger.com. Untuk lebih mengenal fitur-fitur baru blogger.com, cobalah kita tonton video

tutorial tampilan baru blogger.com karya Pak Brian di channel youtube https://youtu.be/mPepysATwSY. Bisa juga kita pelajari di buku karya beliau yang berjudul Blog Untuk Guru Era 4.0. dan untuk daftar isi buku tersebut bisa kita baca di situsnya https://www.prazzetyawan.com/2020/03/daftar-isi-lengkap-buku-blog-untuk-guru.html. Selain buku tersebut, Bapak Brian juga menerbitkan buku keduanya yang berjudul Aksi Literasi Guru Masa Kini. Buku ini berisi kumpulan artikel yang berasal dari blog praszetyawan.com dan blog gurusiana. Beliau pilih isinya yang berkaitan dengan literasi dan sebagian lainnya merupakan tulisan baru yang belum pernah diposting ke blog. In syaa Alloh, dalam waktu dekat, buku beliau yang ketiga juga akan terbit, yaitu Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari. Buku ini berisi tentang best practice, aktivitas di sekolah dan opini pendidikan. Tulisan-tulisan tersebut beliau buat ketikamengikuti program tantangan menulis setiap hari yang diadakan gurusiana. Selain tiga buku solo tadi, beliau juga
membuat buku antologi cerita mini bersama siswa sekelas dengan tema hobi. Semua bukunya masih diterbitkan di penerbit indie. Maka dari itu beliau masih ingin belajar menulis agar suatu saat nanti memiliki buku yang diterbitkan di penerbit mayor.

Sesi Tanya Jawab

Dalam sesi tanya jawab ini, Bapak Brian menyampaikan tipsnya agar blog kita dapat ditemukan di pencarian google, yaitu :

1.Buatlah tulisan yang masih jarang diposting oleh web/blog lain,

2.Daftarkan blog kita ke google webmaster. Ini teknik blog yang lumayan perlu waktu untuk memahaminya. Tapi jika sudah bisa, sangat ampuh langsung memunculkan blog kita di halaman pertama google.

Berkaitan dengan manfaat blog untuk administrasi pembelajaran, misalnya supaya kita bisa memasukkan RPP, bank soal, kisi-kisi soal, dll dan bisa didownload oleh teman seprofesi, beliau menjelaskan bahwa pemanfaatannya bisa dilakukan dengan cara memposting file-file microsoft words/excel administrasi tersebut. Upload file-file tersebut ke google drive, lalu pasang file-file dari google drive tadi ke blog. Kedengarannya mudah tapi untuk membuktikannya perlu kita coba bersama.

Dari pemaparan materi tersebut di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa menulis di blog bisa menjadi modal awal untuk membuat kumpulan tulisan kita. Jangan sampai kesulitan dalam ngeblog membuat kita menyerah dan tidak mau menulis lagi. Kita beruntung tergabung dalam grup menulis ini sehingga kita bisa saling membantu dan mendukung. Menulislah dengan lepas, tanpa beban apakah tulisan kita sudah bagus atau belum, akan banyak yang baca atau tidak. Hal biasa menurut kita, bisa saja dianggap luar biasa bahkan menginspirasi bagi orang lain, maka menulislah. Bersama kita bisa. Tetap semangat, salam literasi.


Minggu, 14 Juni 2020

Resume 06 : Kisah Guru Ngeblog Di WordPress

Malam Jum'at, tanggal 12 Juni 2020, bagi saya dan teman-teman yang tergabung dalam kelas Belajar Menulis Bersama Om Jaya merupakan hari ke 6 perkuliahan on line lewat WAG. Pada perkuliahan on line malam ini, Om Jay mengundang seorang nara sumber hebat dari Bandung. Beliau adalah Bpk Bambang Purwanto, seorang guru TIK di SMP Taruna Bakti, Bandung dan sekaligus sebagai seorang guru ngeblog di WordPress yang sukses. Seperti biasa, perkuliahan dimulai pukul 19.00-21.00 WIB dengan moderator Ibu Fatimah. Tema yang diangkat pada malam ini adalah kisah seorang guru ngeblog di WordPress. Jadi menurut saya sudah pas lah Om Jay mengudang seorang guru ngeblog yang sukses seperti Pak Bambang ini.

Kisah ngeblog Beliau dimulai semenjak deliau diterima sebagai guru di SMP Taruna Bakti Bandung tahun 2008. Tahun 2009, selain megajar TIK, Beliau mendapat amanah untuk membimbing eskul blog. Saat itu masih menggunakan multiply ngeblognya. Seiring dengan kemajuan tehnologi, maka kegiatan eskul blog nya tidak lagi menggunakan multiply, dan Beliau jatuh hati dengan pilihan ke WordPress. Itulah awal mula Beliau mulai ngeblog di WordPress. Berikut adalah contoh blog yang dikelola Pak Bambang (Mr Bams) di sekolahnya :

1.Mata Pelajaran TIK SMP Taruna Bakti, yang dibuat tanggal 29 April 2015 dengan alamat blog  
   nya,  https://tik2smptb.wordpress.com telah pindah ke website
2.Kelas 8E TIK SMP Taruna Bakti, Tahun Pelajaran 2015-2016 : https://tb8e1516.wordpress.com/
3.Kelas 7D TIK SMP Taruna Bakti, Tahun Pelajaran 2016-2017 : https://tb7d1617.wordpress.com/
4.Kelas 7B TIK SMP Taruna Bakti, Tahun Pelajaran 2017-2018 : https://tb7b1718.wordpress.com/
5.Taman Bacaan Masyarakat (TBM) AS Lebakwangi,2011: https://lebakwangimembaca.wordpress.com
6.Pengurus Rukun warga (RW) 13 Lebakwangi, Asri Periode 2018-2023
   https://rw13lebakwangiasri.wordpress.com
7.Pengurus Daerah FTBM Kab.Bandung, sejak 2013: https://forumtbmkabbandung.wordpress.com/
8.Literasi SMP Taruna Bakti, sejak tahun 2016 : https://literasismptarbak.wordpress.com/
9.Blog Pribadi Mr Bams, sejak Maret 2020 : https://bepenamrbams.wordpress.com/
Berkaitan dengan blog, Beliau juga menyampaikan alasan-alasannya mengapa Beliau membuat blog. Beberapa diantaranya adalah karena Beliau :
1.Malu sebagai guru TIK nggak punya blog,
2.Malu sebagai penggiat literasi nggak punya blog,
3.Dengan punya blog bisa berbagi pengalaman,
4.Dengan punya blog bisa menyimpan tulisan sepanjang zaman (bukan sepanjang hayat),
5.Dengan punya blog bisa menghasilkan rupiah.
Beliau juga memberikan beberapa tips tentang isi blog kita, yaitu :
1.Isilah yang disukai. Senang menulis cerpen, tulislah cerpen. Senang menulis puisi, tulislah puisi.
2.Isilah blog kita dengan sesuatu yang bisa membantu orang lain, tidak hanya pengetahuan atau informasi, Sebagai misal, Beliau sedang mengembangkan sebuah blog yang mendukung kegiatan, seperti halnya yang sedang dilakukan bersama Om Jay. Beliau membuat daftar hadir di blog, kemudian peserta tinggal datang ke blog tersebut dengan meng-klik daftar hadir untuk mengisi daftar hadirnya. Dan secara otomatis daftar hadir sudah terekap, sehingga bisa meringankan tugas Om Jay, tanpa harus mengecek kehadiran para peserta satu per satu chat di group WA (WAG). 

Selain mengelola blog, Beliau juga seorang pegiat literasi. Julukan itu Beliau sedang sejak tahun 2011 dengan membiasakan anak didiknya untuk membaca 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran di sekolahnya dimulai pada pagi hari. Ternyata dengan pembiasaan itu menjadikan sekolahnya meraih prestasi di bidang literasi sekolah yaitu tahun 2019 sebagai Juara Literasi Kategori Utama, mengalahkan sekolah-sekolah negeri yang favorit. Dan sebagai Ketua Tim Literasi, Beliau mendapat anugerah Penggiat Literasi dari Dinas Pendidikan di Bandung. Kiprahnya sebagai penggiat literasi dan guru ngeblog dilanjutkan dengan keikutsertaan Beliau di ajang lomba Guru Inspiratif Een Sukaesih 2019, dan Beliau masuk 6 besar sehingga mendapat penghargaan dari Kepala Disdik dan Bapak Gubernur Jawa Barat.

Di samping sebagai guru ngeblog, ternyata Beliau juga seorang pendongeng handal. Kisah Beliau menjadi seorang pendongeng diawali karena kecintaannya dengan dunia anak-anak. Awalnya ketika istri sedang mengandung, Beliau suka mengajak bicara dengan Salwa, anaknya yang masih dalam kandungan. Karena terbiasa mengajak bicara dengan sang janin itulah seolah-olah seperti mendongeng. Dan dari situlah Belaiu menjadi mahir mendongeng. Tahun 2003 bulan Maret, Salwa lahir, sehingga dalam kisah mendongengnya, Beliau menyebut dirinya Ayah Salwa. Karena kecintaanya dengan aktivitas mendongeng, maka sumber bacaan dan referensi untuk mendongeng Beliau tahun 2011 mendirikan Taman Baca di rumahnya. Dan tahun 2012, Taman Baca nya sudah bisa mandiri sehingga disebut dengan nama Taman Baca Masyarakat (TBM) AS Lebakwangi. Sejak saat itu Beliau dan keluarganya pindah tak jauh dari Taman Baca itu. Taman Baca Masyarakat (TBM) tersebut biasanya dikunjungi oleh anak-anak usia TK, SD, SMP dan SMA, semua fasilitas yang ada gratis, tanpa bayar. Berkat Taman Baca dan kepiawaiannya mendongeng itulah akhirnya sejak tahun 2013, Beliau diangkat menjadi pendongeng tetap di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bandung hingga sekarang.

Demikian sekilas kisah perjalanan seorang guru ngeblog di WordPress yang bisa saya rangkum dalam tulisan ini. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk tetap belajar dan bersemangat menulis. Aamiin... Salam Literasi.




Jumat, 12 Juni 2020

Resume 05 : Pengabdian Yang Tak Kenal Lelah Dari Seorang Guru, Agung Pardini

Sepertinya setiap malam perkuliahan on line di kelas Belajar Menulis Bersama Om Jay ini, semakin hari semakin mengasyikkan. Tentu hal ini tak lepas dari kepedulian dan peran serta seorang Blogger Ternama Indonesia, Om Jay dan kawan-kawan yang telah menghadirkan para nara sumber yang hebat agar bisa berbagi ilmu dan pengalamannya. Kali ini, Om Jay mengundang seorang nara sumber yang tak kalah hebatnya dengan beberapa nara sumber sebelumnya. Beliau adalah Bapak Agung Pardini, yang sering disapa dengan nama Guru Agung. Karirnya dimulai sejak Beliau masih menempuh pendidikan S1 nya tahun 2001 yaitu Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam kurun waktu kurang lebih delapan tahun (2001-2008), setidaknya pernah mendapat kesempatan mengajar di berbagai institusi, baik yang formal maupun informal.

Mulai tahun 2008, hingga sekarang guru Agung aktif di lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa untuk menjalan kan amanah pengelolaan dana zakat, infak, dan sodakoh untuk di salurkan dan di gunakan demi menunjang program-program pemberdayaan di bidang pendidikan. Awalnya beliau bertugas sebagai seorang trainer pendidikan yang melatih pada guru yang akan mengabdikan diri di sekolah sekolah marjinal di pelosok tanah air. Selain itu, Beliau bersama denga teman-teman satu timnya juga diberi beragam amanah untuk merancang dan mengelola program-program inovatif di bidang pendidikan yang bisa menjangkau wilayah hingga 34 propinsi. Program-program tersebut antara lain :
1.Pendampingan Sekolah dan Pengembangan Guru di Kec.Cilacap, Kab.Sukabumi (Donatur     JICA), 2008-2010.
2.Pendampingan Sekolah Berdaya di Sumatra Barat Pasca Gempa Bumi, 2010-2012.
3.Pelatihan Guru cerdas Literasi (Donatur Hypermart), 2010.
4.Pelatihan Guru cerdas Literasi (Donatur Majelis Taklim Telkomsel0, 2009
5.Pengembangan Sekolah Cerdas Literasi (Donatur Trakindo), 2010-2013
6.Pendampingan SMK Unggulan Bidang Alat Berat (Donatur Trakindo), 2013
7.Pendampingan di sekolah-Sekolah Perbatasan Indonesia, 2012-2013
8.Pengiriman Guru-Guru SGI (Sekolah Guru Indonesia) ke berbagai wilayah pelosok/3T,             2014-2015
9.Membentuk School of Master Teacher di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa & NTB, 
   2014-2020
10.Mengembangkan Alat Ukur Performa Sekolah yang disebut MPC, 2012-2013
11.Mengadakan Diklat Kepala Sekolah, Milenial Leader, 2019
12.Membangun Kerjasama Penyelenggaraan Kelas Magister Manajemen Pendidikan Islam    
     bersama UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2016-2018
13.Mengembamgkan Model 10 Kepemimpinen Guru Indonesia dan Gerakan Transformasi 
     Kelas Ajar, 2018-2020

Selain aktif dalam program-program tersebut, Beliau juga seorang penulis yang handal. Beberapa artikel dan buku-buku yang dihasilkan Beliau antara lain :
A.Artikel
    1.Sekolah Berbasis Masyarakat. Jurnal Bogor, 17 Oktober 2009, Opini
    2.Mengajar Siswa Gemar Membaca, Radar Bogor, 8 Maret 2010, Opini
    3.Pendidikan Dalam Aliansi Birokrasi, Koran tempo, 16 mei 2010, Opini, Advertorial
    4.Transformasi Kelas Ajar, Opini Republika, Januari 2020
B.Buku
    1.Menabung Gula Untuk Pendidikan (Saving Palm Sugar for Education) MM-JICA, 2010
       Bersama Tim Masyarakat Mandiri
    2.Penyulut Jiwa di Kampung Hatta Makmal DD,2012 Bersama surya Hanafi, dkk.
    3.Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Raganya Makmal DD, 2012 Bersama Purwo Uditomo
    4.Sekolah Rumah Hijau Makmal DD, 2013 Bersama Zayd Sayfullah, dkk
    5.Besar Janji daripada Bukti Makmal DD, 2013 Bersama Tim
    6.Bagaimana Ini Bagaimana Itu Makmal DD, 2014, Bersama Tim Makmal
Ternyata keaktifan Guru Agung tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Beliau juga aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti pelatihan-pelatihan, seminar dan juga loka karya. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut, Beliau sering diundang sebagai pemateri ataupun pembicara utama. Beberapa di antaranya yang baru-baru ini (2020) dilakukan Beliau adalah sebagai pembicara pada Seminar Pendidikan di UNPAS Bandung dan pemateri pelatihan di Indonesian Teacher Leader Camp yang diadakan di Sulawesi Selatan. Sungguh pengabdian yang luar biasa dari seorang Guru Agung. Perjuangan dan pengabdian yang patut kita teladani untuk ikut serta membangun negeri ini. Semoga semangat dan pengabdiannya menular dan memotivasi kita semua untuk mengabdikan diri kita demi nusa, bangsa dan agama kita.

Sebagai penutup, Om Jay berpesan lewat tulisannya yang berjudul "Trilogi Menulis, Resep Menjadi Penulis Pemula sebagai berikut :
Kalau tujuan Anda menulis untuk mendapatkan popularitas, maka popularitas akan segera anda dapatkan, mimimal Anda sudah populer di WA group yang Anda ikuti.
Namun, bila tujuan Anda menulis untuk berbagi, maka kebahagiaan hidup akan Anda dapatkan. Hanya memberi tak harap kembali.

Demikian resume saya untuk perkuliahan hari ke-5 ini, mudah-mudahan semangat mengabdi dan berbagi dari para guru hebat Indonesia ini, Om Jay, Mr Bams, Ibu Fatimah, Ibu Sri Sugiastuti, Ibu Emi Sudarwati, Pak Agung Pardini, dkk tidak pernah lekang oleh jaman, terkenang sepanjang masa. Aamiin