Sabtu, 01 Agustus 2020

Dengan Apps WriterPlus, Menulis Semudah Bercerita

Seiring dengan kemajuan tehnologi, tentu banyak kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan. Tapi pertanyaannya, apakah setiap orang bisa menikmati kemajuan tehnologi itu ? Tentu jawabannya tidak, karena banyak orang di luar sana yang masih terbelenggu, terisolir, terpencil dan bahkan mungkin tidak mau tahu apa itu tehnologi. Mungkin itu bisa terjadi karena keadaan alam yang belum memungkinkan untuk memperoleh informasi tentang tehnologi. Atau bisa juga karena ketidak sempurnaan beberapa bagian tubuh atau gangguan fisiknya. Tentu, bagi kita yang tidak mengalami kekurangan itu semua, sudah semestinya bisa menikmati kemajuan tehnologi itu sendiri. Bahkan semenjak terjadinya pandemic Covid-19 ini, kita secara tidak langsung dituntut untuk bisa menikmati kemajuan tehnologi secara efisien dan tepat guna. Tak terkecuali bagi para guru, mereka harus menyiapkan pembelajaran untuk anak didiknya secara daring dengan menggunakan berbagai aplikasi yang harus dikuasainya. Ini juga memerlukan penguasaan dan pemanfaatan tehnologi yang tidak mudah, perlu semangat dan motivasi diri untuk mempelajarinya.
Salah satu aplikasi yang sangat berguna bagi para guru adalah Writer Plus. Apalagi kalau kita sebagai guru juga hobi menulis, maka sangat cocoklah aplikasi ini untuk kita gunakan. Cara penggunaanya pun sangat mudah. Di manapun dan kapanpun kita ingin menulis, kita bisa menggunakan bantuan aplikasi Writer Plus ini. Berkat jasa Ibu Sri Melni, kami, para peserta Belajar Menulis Bersama Om Jay via online bisa mengenal aplikasi ini. Beliau adalah seorang Guru TIK di SMP Negeri 1 Gunung Talang, Sumatera Barat. Sebagai seorang penggiat literasi, beliau juga aktif di organisasi Bundo Kanduang dan Tim 11 RPJM Nagari, Kab. Solok.

Setelah memperkenalkan diri, Ibu Sri Melni mengawali kuliah online kami dengan meminta kepada seluruh peserta kelas online untuk mengunduh aplikasi Writer Plus dari Play Store. Selesai mengunduh aplikasi tersebut, beliu memberikan tips dan penjelasan serta contoh bagaimana menggunakan apps Writer Plus. Kami diberi kesempatan untuk langsung mencoba menggunakan aplikasi ini dengan membuka aplikasi dan bersuara, maka akan tertulis di layar hp kita apa yang kita ucapkan. Ternyata cukup mudah dan simpel sekali menggunakan aplikasi ini.

Agar bisa memanfaatkan apps Writer Plus ini, berikut langkah-langkah yang harus kita lakukan :
1. Unduh apps Writer Plus di Play Store
    Klik download, setelah selesai, trus klik install
 
2. Untuk mulai menggunakannya, kita buka apps tersebut, maka akan muncul tampilan layar  
    beranda Writer Plus. Klik tanda + (plus) di pojok kanan atas. Muncul kotak folder, tulis judul/ 
    folder yang ingin kita tulis, trus klik OK. Maka akan muncul layar kosong, bertuliskan no items.
3. Untuk memulai tulisan dengan suara kita, klik terlebih tanda + (plus) dalam lingkaran di pojok          
    kanan bawah. Akan muncul tulisan Have someting to say di layar. Klik gambar mikrofon di sebelah 
    kanan hingga berubah warnanya menjadi biru. Kalau sudah ada tulisan Ucapkan sekarang ... 
    Mendengarkan ,,, berarti apps siap bekerja dan kita mulai bersuara supaya muncul tulisan di layar 
    apa saja yang kita ucapkan.
4. Untuk mengedit tulisan hasil rekaman suara kita / berhenti sejenak sambil mengedit tulisan
    Setelah selesai bersuara/ mengucapkan kata/ kalimat yang kita inginkan, kita bisa mengedit terlebih 
    dahulu sebelum kita share/ kita ubah ke text words, misalnya. Caranya kita klik gambar microfonya/ 
    tombol enter (tanda panah) atau baris 3 di pojok kanan atas 
5. Untuk mengubah tulisan/ mic text (notepad) menjadi text sebelum dikirim (share)
    Setelah klik baris 3 (pada langkah 4 di atas), klik tanda titik 3 di pojok kanan atas juga lalu klik 
    share. Sebelum di share, kita juga masih bisa mengedit tulisan kita. Lalu klik share dan pilih share as
    T  Text. Teks/ tulisan kita bisa dishare melalui WA, WriteP, pesan, email, dll. Setelah kita share, 
    misalnya lewat WA group kita pun masih bisa kita edit.
6. Memindahkan dan mengedit tulisan hasil WrterPlus ke laptop/ netbook kita.
    Setelah kita share, misal lewat WA, kita buka di laptop WA kita melalui WA web. Kita copy file 
    tulisan tersebut, kemudian kita tempel (paste) ke file yang kita kehendaki di laptop kita. Dari file 
    laptop kita, bisa kita edit lagi kalau kita menghendakinya, atau bisa kita tambahkan gambar/ foto 
    bilamana perlu. Kalau kita ingin masukkan ke blog kita, tinggal kita copy juga ke blog yang kita 
    inginkan. Jadilah blog kita dengan bantuan WriterPlus. Dengan demikian, kapan pun dan di 
    manapun kita ingin menulis, dengan WriterPlus menulis semudah bicara.

Setelah saya pelajari lanjut tentang apps Writer Plus ini di internet, ternyata banyak kelebihannya, antara lain :
1. Aplikasi penuh manfaat dan tidak berbayar alias gratis. Versi terbaru : V:1.48
2. Aplikasi yang mudah kita temukan di Play Store dan kemudahan update versi terbarunya.
3. Ukuran file nya yang cukup kecil/ ringan, 860,2 kb (tidak sampai 1 Mb) sehingga tidak banyak 
    menyita ruang memori hp kita, dengan fitur yang lumayan membantu kemudahan kita
4. Penggunaan aplikasi yang cukup mudah dan simpel dengan fitur-fitur yang lumayan membantu 
    kemudahan kita dalam dunia tulis menulis. Bahkan aplikasi ini juga ada untuk komputernya, tapi 
    downloadnya lewat google/ browser lainnya, dengan searching WriterPlus for Windows. Kalau 
    untuk hp, WriterPlus for Android, atau langsung download dari Play Store di hp kita.

Kesimpulannya, dengan aplikasi WriterPlus yang ada dalam hp kita, kapanpun dan di manapun kita ingin menulis, kita bisa melakukannya dengan mudah dan cepat. Menulis menjadi semudah bicara. Semoga bermanfaat. Terimakasih. Salam literasi.



Tips Menulis Buku Best Seller Ala Kang Encon Rahman

Jum’at malam, tanggal 31 Juli 2020, bagi saya merupakan malam ke 27 dalam mengikuti kuliah online Belajar Menulis Bersama Om Jay. Saya bersama rekan-rekan peserta kuliah online mendapat kesempatan belajar menulis bersama Kang Encon Rahman, seorang guru PNS berprestasi yang bertugas  di Kab.Majalengka sejak tahun 2006. Selain sebagai seorang pendidik, beliau juga salah satu penggiat literasi Indonesia dan penulis yang sarat dengan prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Singkat cerita, beliau akan berbagi pengalamannya tentang Tips Menulis Buku Best Seller. Untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama sharing pengalaman beliau berikut ini.

Sebelum memaparkan materi utamanya, Kang Encon Rahman menjelaskan tentang tujuan/ motivasi kita menulis.Menurut Beliau, secara garis besar, ada tiga tujuan utama menulis buku, yaitu :

1 1.Untuk mengembangkan budaya literasi atau koleksi pribadi. Bentuknya biasanya antologi atau buku hasil keroyokan.

2. 2.Untuk kenaikan tingkat. Biasanya bentuknya buku solo, karya bersama, artikel, PTK atau best practice atau bisa juga berupa buku diklat atau modul.

  3.Untuk mencari uang (finansial). Biasanya bentuknya buku-buku yang berbicara tentang how to, tentang bagaimana.

Dari ketiga tujuan tersebut di atas, bisa dijabarkan sebagai berikut. Ketika kita akan menulis buku, tentu kita harus memiliki tujuan/ motivasi untuk apa buku ini ditulis. Berbicara untuk apa buku ini tulis, maka seperti yang sudah dikemukakan di atas, setidaknya ada tiga tujuan dalam buku. Kalau kita ingin mengembangkan budaya literasi atau koleksi pribadi, ya lebih tepat membuat buku secara keroyokan atau bersama-sama. Yaitu satu buku ditulis oleh 15- 30 orang. Ini bagus sekali dalam upaya mengembangkan budaya literasi atau koleksi pribadi. Biasanya penerbit menerbitkan buku ini sebagai buku antologi yang biasa dibeli langsung oleh para penulis. Sedangkan untuk penjualan jenis buku ini, menurut penerbit Andi, agak susah pemasarannya. Sehingga buku antologi ini lebih cenderung sebagai buku koleksi pribadi yang notabene bisa mengembangkan budaya literasi.

Sedangkan tujuan menulis buku untuk kenaikan tingkat seringkali menjadi salah satu upaya pengembangan publikasi ilmiah. Di dalam proses kenaikan tingkat itu sudah ada panduannya dan pedoman yang bisa dijadikan payung hukum dalam proses kenaikan tingkat. Kalau menulis buku tujuannya hanya untuk angka kredit, maka kita tidak boleh lepas dari 10 buku yang disarankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jenis buku-buku pendidikan yang bisa dinilai sebagai salah satu angka kredit adalah 1).buku karya bersama, 2).PTK dan best practice, 3).tulisan ilmiah popular (atau artikel baik di yang dimuat di majalah atau Koran, 4).tulisan hasil penelitian, 5).buku teks pelajaran, 6).buku pengayaan, 7). buku pedoman guru, 8).modul atau diklat pelajaran, 9). buku bidang pendidikan, dan 10). karya terjemahan. 10 jenis buku pendidikan ini adalah buku-buku yang akan dinilai untuk kenaikan tingkat. Selain itu tidak karena ini sudah ada payung hukumnya dan sampai saat ini (buku 4 & 5) belum ada revisi lagi. Artinya kita masih berpijak kepada 10 jenis buku pendidikan yang bisa dijadikan sebagai angka kredit.

Tujuan yang ketiga yaitu ketika kita menulis buku karna mencari uang (financial). Tentu saja tidak salah ketika kita menulis buku dengan niat untuk mencari penghasilan. Mencari penghasilan dari buku, artikel atau tulisan-tulisan kita juga sah-sah saja. Bahkan dalam sebuah karya ilmiah atau sebuah hasil penelitian, sebuah karya dianggap bagus ketika karya tersebut memang laku di pasaran. Semua temuan teknologi atau hasil penelitian pada akhirnya juga dipasarkan dan dinikmati oleh orang banyak. Jadi kalau kita baru bisa membuat buku kemudian hanya dinikmati sendiri dan dalam proses pengembangan budaya literasi, belumlah hebat. Tetapi apabila kita sudah mencoba menulis buku kemudian dipasarkan dan menjadi best seller, sama dalam proses kegiatan seorang penulis yang karyanya bisa dinikmati oleh semua orang, bolehlah disebut penulis yang hebat. Penulis yang hebat (bagus) itu adalah bila karyanya bisa dinikmati oleh semua orang, lebih hebat lagi kalau karyanya juga bisa mencapai bukan saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Kalau kita membuat buku baru bisa dinikmati sendiri kemudian tidak pernah dinikmati orang lain itu baru level rendah. Seorang penulis level tinggi adalah ketika dia menulis buku dan ditawarkan kepada penerbit mayor atau diterbitkan sendiri tapi bisa booming, sangat disukai oleh khalayak. Mengapa demikian, karena output dari suatu karya siapapun dan bagaimanapun karyanya itu, ujung-ujungnya harus bisa dinikmati oleh masyarakat. Sebagai misal, kita melakukan sebuah penelitian kemudian hasilnya kita tawarkan/ jual dan dibutuhkan serta dibermanfaat oleh masyarakat, tentu penulis/peneliti akan memperoleh penghasilan yang lebih dari hasil karyanya. Demikian juga dengan buku-buku kita, ketika kita berniat untuk fokus di penulisan baik buku fiksi maupun nonfiksi, maka kita harus bisa mempublikasikan dan memasarkan. Tentu saja dari dampak pemasaran ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Jikalau hanya sekedar menulis buku di koleksi pribadi, levelnya masih harus ditingkatkan, level 1, level 2, atau level 3. Penulis yang sudah berani memasarkan buku, menawarkan kepada penerbit mayor, berani mempublikasikan ke berbagai sector, berbagai kepada peserta lain sehingga bukunya laku keras, itu yang sudah level tinggi.

Terkait dengan buku best seller buku yang memang awalnya digunakan hanya untuk tujuannya mendapatkan angka kredit, akan tetapi oleh penulisnya dijual di pasaran sehingga laku keras. Buku best seller adalah buku yang laris manis. Buku dikatakan best seller bila dalam jangka waktu yang pendek sejak diterbitkan bisa memenuhi kriteria best seller, yaitu penjualan mencapai 30.000 - 50.000 buku per tahun atau sekitar 3000 eksemplar per bulan. Jadi apabila buku-buku kita setiap bulannya bisa laku sampai 3000 eksemplar itu sudah termasuk kategori buku best seller, buku yang sangat laku di pasaran. Oleh karena itu buku-buku best seller adalah buku-buku yang dirindukan oleh penulis dan para penerbit. Karena memang di buku-buku best seller ini ada royalty yang akan siap langsung masuk kantong para penulisnya. Begitupun para penerbit merasa senang kalau buku yang diterbitkannya ternyata termasuk buku best seller dari seorang penulisnya.

Berikut 6 tips Kang Encon Rahman tentang cara menulis buku best seller.

1.    Menulis buku 2 jam x 10 hari itu lebih baik daripada 10 jam sekali dalam 2 hari. Artinya lebih baik menulis selama 2 jam setiap daripada rekan-rekan menulis selama 10 jam sekali dalam 2 hari, alias tidak rutin. Tahapan-tahapan seperti ini sangat mendukung agar buku kita bisa best seller. Maka Om Jay pernah menyampaikan untuk menulis setiap hari dan perhatikan apa yang akan terjadi esok hari. Oleh karenanya Kang Encon Rahman menyarankan kepada kita agar lebih istiqomah 2 jam sehari menulis buku.

2.   Sebelum menulis, kumpulkan buku referensi atau kalau guru SD buku tematik agar memudahkan kita untuk menambahkan referensi dan wawasan pada saat menulis buku yang sejenis. Ketika kita akan menulis buku, siapkan terlebih dahulu beberapa buku penunjang agar tulisan kita semakin bagus dan berkualitas. Disarankan juga untuk memiliki kliping atau buku tematik yang akan menambah kualitas wawasan kita terhadap buku yang sejenis. Demikian juga dengan artikel-artikel yang memiliki kaitan dengan buku sedang kita tulis, bisa juga sebagai tambahan referensi agar hasil tulisan buku semakin berkualitas.

3.    Tips yang ketiga adalah menulis buku lebih nyaman di sepertiga malam atau pagi hari antara pukul 03.00 – 06,00. pagi. Biasakan menulis di pagi hari, walau tidak sedikit juga orang-orang yang menulis di luar jam itu. Namun pada umumnya ketika kita bisa menulis antara jam 3 sampai jam 6 itu saat-saat pikiran masih fresh untuk menulis.

4.     Minta ijin suami/ istri. Sisi lain yang jangan dilupakan dalam menulis buku agar kita memiliki harapan best seller adalah minta ijin kepada pasangan kita. Ketika seorang istri ingin menulis buku, harus minta izin suaminya. Demikian juga sebaliknya, karena ridho Allah ya ridho orang tua, ridho Allah ridho suami. Jadi supaya tulisan kita menjadi amal jariyah kita, biasakan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada pasangan kita.

5.    Ambillah air wudlu sebelum menulis. Rosulullah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat memberikan contoh kepada kita untuk selalu bersuci sebelum melalukan sesuatu. Demikian juga para ulama dan para kyai, pada saat menulis kitab/buku, mereka selalu memiliki wudhu ( dalam keadaan berwudlu/ suci ). Dengan berwudlu terlebih dahulu, kita berharap Alloh SWT selalu bersama kita, selau memberikan hidayah-Nya sehingga ada kemudahan dalam mengembangkan ide-ide kita. Dan pada akhirnya, tentu saja harapannya tulisan kita betul-betul bermanfaat bagi kita dan juga orang lain.

6.   Menulis resume buku karya orang lain dengan tema yang sejenis dengan tema buku yang sedang kita tulis. Artinya ketika kita mengalami mental block ( kesulitan menulis ) cobalah kita membaca buku-buku karya orang lain yang sejenis dengan buku yang sedang kita tulis. Kemudian tulislah resume tentang isi buku yang kit abaca, dengan begitu harapannya wawasan kita menjadi terbuka dan ide-ide kita pun tumbuh kembali sehingga bisa melanjutkan tulisan buku kita. Sebagai bahan referensi kita, Kang Encon Rahman memberikan panduan langkah-langkah cara menulis resume yang baik berikut ini.

 

Langkah-Langkah Menulis Resume

       Sebelum membahas langkah-langkah menulis resume, mari kita simak dulu perbedaan resume dan ikhtisar. Resume adalah hasil ringkasan dari tulisan yang panjang dengan cara mengambil bagian pokoknya saja, dengan disertai kaliamt penjelas secukupnya. Dalam menulis resume tidak boleh ditambahi dengan pendapat pribadi. Sedangkan ikhtisar adalah hasil ringkasan tulisan dengan cara menuliskan pokok-pokoknya saja berdasarkan pemahaman pribadi.

Berikut adalah langkah-langkah menulis resume yang baik :

1. Membaca buku, artinya kalau itu resume sebuah buku, maka bacalah buku yang akan dibuat resumenya. Ini perlu dilakukan supaya apa yang kita tulis itu isinya nanti sesuai dengan buku sumbernya.

2. Menemukan gagasan pokok. Kita tuliskan gagasan pokoknya secara singkat saja.

3. Menuliskan kembali gagasan pokok secara berurutan, biasanya ada awal pembahasan.

4. Menulis resume yang singkat dan padat. Rangkauman merupakan bagian dari resume.

5. Mempublikasikan resume, bisa melalui blog, FB. IG, atau media lain yang bisa dibaca oleh orang lain. Ini merupakan langkah yang baik karna ketika kita membuat resume dari buku karya orang lain, dari nara sumber/ pembicara kemudian kita publikasikan di blog kita atau medsos sehingga tulisan kita bermanfaat juga untuk orang lain.

 

Demikianlah tulisan singkat saya tentang tips menulis buku best seller ala Kang Encon Rahman yang terangkum dalam resume ini. Mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk saya dan rekan-rekan pembaca pada umumnya. Salam literasi. Terimakasih.

Jumat, 03 Juli 2020

Resume 15 : Tips dan Kunci Sukses Menjadi Penulis Produktif Bersama Dr. Ngainun Naim

Berbagi itu indah. Kalau kita belum mampu berbagi materi, setidaknya berbagi ilmu dan pengalaman boleh juga. Bahkan berbagi ilmu dan pengalaman mungkin malah berlipat ganda pahalanya. Banyak cara untuk berbagi ilmu dan pengalaman, salah satunya melalui tulisan. Dengan tulisan kita, mungkin orang lain bisa mengambil manfaatnya. Semakin banyak ilmu dan pengalaman yang kita tuangkan dalam bentuk tulisan, maka diharapkan semakin banyak pula manfaat yang bisa didapatkan oleh orang yang membaca tulisan kita. Hanya saja, sanggupkah kita menuliskan sebagian atau semua ilmu dan pengalaman yang sudah kita punya atau kita dapatkan ? Bagaimanakah supaya kita bisa berbagi sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman atau bahkan ide-ide kita kepada orang lain ? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, pada malam kuliah belajar menulis via WAG hari ini, Jum'at, 03 Juli 2020, telah hadir bersama kita, seorang narasumber handal di bidangnya.  Beliau adalah Dr. Ngainun Naim, seorang penulis yang sangat produktif, akan berbagi kepada kita semua mengenai tips dan kunci sukses menjadi seorang penulis produktif.

Mengawali paparan materinya, Dr.Ngainun Naim berpendapat bahwa guru adalah kunci penting dalam dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas (anak-anak didik) yang diajarnya juga berkualitas. tapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan. Slah satu kunci penting penting peningkatan kualitas guru adalah membangun budaya literasi. Literasi berati budaya membaca dan menulis. Seorang guru yang mau terus membaca buku dan menulis, memiliki peluang untuk semakin meningkat kualitas dirinya. Semakin banyak buku yang dibacanya, semakin banyak karya yang dihasilkan, maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.

Kunci-Kunci Penting Dalam Menulis
Kunci adalah alat untuk membuka sesuatu. Kunci bagi kita adalah alat untuk menjadikan kita produktif dalam menulis. Tapi kunci hanya sebatas kunci kalau tidak difungsikan. Jadi, setelah kita menemukan kucinya, mari kita fungsikan kunci tersebut sebagai mana mestinya. Ibaratnya dalam kelas belajar menulis ini, kita ingin mendapatkan kunci itu. Jika kita sudah mendapatkan kuncinya tapi tidak difungsikan atau dipraktikkan, tentu kunci itu kurang fungsional atau kurang bermanfaat. Kunci-kunci yang dimaksud dalam menulis itu meliputi :

1.Kunci pertama : Motivasi
   Motivasi kita untuk menulis itu bisa karena ;
   a.Motivasi karir
      Yang dimaksud dengan motivasi karir adalah motivasi berkaitan dengan profesi seseorang.      
      Implikasinya, semakin mahir seseorang dalam menulis, maka semakin lancar karir yang  
      dijalaninya, minimal terbantu dalam kelancaran pekerjaan dan karirnya.
   b.Motivasi materi
      Motivasi ini berhubungan dengan materi dalam bentuk honor yang diperoleh berkat tulisannya. 
      Bagi penulis profesional atau bahkan yang sudah sangat terkenal, honor memang sangat berlimpah. 
      Buku-buku karyanya yang terus mengalami cetak ulang, tentu royalti yang didapatkan semakin 
      besar. Hanya saja, jumlah penulis yang beruntung, tidaklah banyak, sebagian besar justru kurang 
      mendapatkan perhatian dari segi ini. 
   c.Motivasi politik
      Yaitu motivasi menulisnya ditujukan untuk mencapai tujuan politik tetentu.
   d.Motivasi cinta
      Yaitu motivasi menulisnya karna memang suka/hobi (mencintai) aktivitas menulis.
     Nah, sekarang kita bisa menilai diri kita, apa motivasi kita. Yang pasti, apapun motivasinya, akan mempengaruhi tulisan ataupun buku yang kita hasilkan.

2.Kunci kedua : Meyakini bahwa menulis itu anugerah
   Banyak orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya. Banyak alasan muncul, mungkin karena kesibukan atau beragam alasan lainnya. Banyak yang sebenarnya mampu menulis, tapi tidak mau menulis. Karena itulah, maka menulis sebenarnya anugerah luar biasa yang harus disyukuri, yaitu dengan cara terus menulis dan menulis.

Kita harus meyakini bahwa kita bisa menulis. Coba kita tengok ke belakang sebentar, berapa lebar kita sudah tuliskan tugas-tugas kita sewaktu di SD, SMP dan SMA. Bahkan sewaktu kita kuliah, S1 misalnya. Berapa halaman saja kita menulis makalah tiap minggunya ? Berapa halaman saja tulisan skripsi dan laporan KKN kita ? Terlebih lagi kalau sampai S2 atau S3, pastilah sudah ribuan halaman yang sudah kita tuliskan. Jadi, kalau ada yang bilang masih mengalami kesulitan dalam menulis, rasanya ada yang aneh. Hal ini bisa saja terjadi karena beberapa kemungkinan, antara lain : 1).selama kuliah hanya numpang nama, alias tidak ikut menulis makalah, 2).tidak menulis karena, tugas-tugas/ maklahnya dibuatkan orang lain, 3).menulis dengan melakukan "kanibal" tulisan orang lain. Misalnya mendapatkan bahan dari google, potong sana sini, sampai berbentk layaknya tulisan, 4).begitu mendapatkan tugas langsung berburu referensi. Tanpa berfikir apa yang harus ditulis. Begitu dapat referensi, dibuka, diketik lalu ditutup. Kalau dirasa sudah cukup, lalu di akhir kutipan, ditulislah kalimat misalnya, Berdasarkan paparan di atas, maka dapat disimpulkan ...Itulah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sebelumnya sehingga kita masih merasa mengalami kesulitan dalam menulis.

Dalam menulis, seharusnya kita mencoba menggali potensi yang kita punya. Yakinlah dengan gaya menulis kita. Be yourself. Apa yang kita bisa, itu yang kita bagi. Dengan kata lain, apa pun yang kita tulis, apa pun buku yang kita terbitkan, setidaknya kita memiliki kontribusi penting dan punya andil yang nyata. Jangan hiraukan nyinyiran ataupun kritikan yang tidak membangun. Teruslah menulis supaya kita bisa berbagi dan menjadi berbeda dengan yang lainnya. 

3.Kunci ketiga: Menulis itu memberikan banyak keajaiban dalam hidup
   Menulis itumemberikan banyak sekali manfaat. Seperti Om Jay katakan bahwa menulis setiap hari itu telah memberikan keajaiban dalam hidup. Dengan menulis setiap hari, Om Jay sudah banyak merasakan keajaiban yang terjadi, antara lain ; 1).mendapatkan banyak materi. Karena rajin menulis, buku-buku Om Jay sering terbit dan artikel sering dimuat koran, sehingga dapat royalti dan honor, 2).sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum, 3).memiliki banyak teman, 4).bisa membeli peralatan untuk kebutuhan hidupnya, 5).tulisan adalam alat perekam kehidupan yang ajaib. Misal si penulis sudah meninggal, tapi hasil karya tulisannya masih bisa dinikmati oleh generasi berikutnya.

4.Kunci keempat : Tidak mudah menyerah
   Banyak orang ingin menulis, baik menulis makalah, artikel ataupun buku. Tapi tidak sedikit yang semangat menulisnya naik turun. Biasanya saat mengikuti kegiatan menulis, semangatnya berapi-api. Tapi saat kembali ke dunia nyata, kembali dengan kesibukan sehari-harinya, semangatnya perlahan tapi pasti, mulai memudar dan akhirnya hialng sama sekali. Saat bersemangat, menulis berlembar-lembar halaman dalam sehari terasa ringan,  Saat tidak bersemangat, satu paragraf pun terasa berat, bahkan sangat mungkin selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan tanpa menulis sama sekali. Sebenarnya menulis lima paragraf yang dilakukan setiap hari jauh lebih baik daripada sepuluh halaman yang dilakukan tiga bulan sekali.

5.Kunci kelima : Berjejaring
   Jadi sebagai seorang penulis jangan menepi. Untuk saat ini memang kita harus menepi karena corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan, Ikut kegiatan belajar menulis secara online dan sejenisnya termasuk dalam rangka berjejaring juga.

6.Kunci keenam : Menulis sebanyak-banyaknya
   Menulislah setiap hari tanpa henti. Lakukanlah secara terus menerus. Jika kita merasa tulisan kita tidak baik, dengan menulis stiap hari, secara otomatis tulisan kita menjadi lebih baik.

Demikianlah enam kunci agar kita menjadi penulis yang produktif. Sekali lagi kunci itu adalah alat. Tinggal bagaimana kita menggunakan kunci itu secara tepat. Tanpa digunakan, kunci itu tiada berarti, kunci tinggalah kunci. Gunakan kunci itu untuk menekuni dunia literasi yang sedang kita geluti. Mari berkarya, terus menulis dan menulis terus. Tetap semangat. Salam literasi.

   



Resume 14 : Free Writing, Jurus Jitu Mengatasi Kebuntuan Menulis

Sebelum mengenal lebih jauh tentang free writing, dalam benak pikiran saya langsung terbayangkan arti kata tersebut. Free artinya bebas dan writing, menulis. Jadi kalau digabungkan, free writing maknanya ya menulis bebas. Menulis apa pun yang ingin kita tuliskan. Kita bebas memilih tema yang imgin kita tuliskan dan kita kembangkan sehingga pada akhirnya menjadi sebuah wacana yang kita inginkan. Begitulah kira-kira pemahanan awal saya mengenai istilah free writing. Akan tetapi, saya belum yakin betul dengan pemahaman itu. Besar keinginan saya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai makna free writing itu sendiri. Karena itu, saya mencoba mencari sumber referensinya melalui internet. Saya mulai browsing di internet dengan bantuan mesin pencari milik google. Tak lama browsing, saya pun menemukan apa yang saya cari, yaitu pengertian free wirting. Berikut kutipan mengenai pengertian free writing yang saya temukan di internet. Free writing adalah teknik menulis di mana seseorang menulis terus menerus untuk jangka waktu tertentu tanpa memperhatikan ejaan, tata bahasa atau topik.. Kemudian saya juga coba baca-baca beberapa pengertian free writing lainnya. Intinya ya tidak jauh berbeda antara yang satu dengan lainnya. Saya coba baca kembali dan pahami maknanya serta beberapa kalimat penjelasnya. Ternyata apa yang saya pahami selama ini tentang free writing itu belum betul, kalau tidak mau dibilang salah ya. Pada malam ini, Rabu, 03 Juli 2020, kelas Belajar Menulis online kami, kedatangan tamu istimewa, seorang pakar free writing. Beliau adalah Dr. Ngainun Naim, dengan segudang pengalaman menerbitkan buku-buku berkualitasnya. Untuk lebih jelasnya mengenai apa itu free writing dan mengapa perlu free writing, serta apa yang bisa didapatkan dengan itu semua, mari kita simak pemaparan beliau berikut ini.

Selasa, 30 Juni 2020

Resume 13 : Sekolah Idaman Semua Kalangan Ala Ibu Betti Risnalenni

Setiap orang tua, pastilah menginginkan anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik. Mereka berusaha untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang bagus
kualitasnya, terutama yang ada program pembinaan akhlaq atau pendidikan keagamaan yang cukup. Setelah lulus, para orang tua tentu menginginkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah serta mempunyai bekal yang cukup untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, seiring dengan perkembangan jaman dan biaya pendidikan yang tidak murah lagi, tentu hal ini tidaklah mudah bagi mereka yang kurang beruntung dari segi ekonomi. Dan bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa sekolah-sekolah yang bagus atau favorit, terutama sekolah-sekolah swasta dengan program-program unggulannya, biasanya hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Hal ini disebabkan karena biaya pendidikannya yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah pada umumnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekolah-sekolah yang bagus kualitasnya atau sekolah-sekolah favorit yang dikelola oleh yayasan atau organisasi swasta biasanya biayanya lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah-sekolah negeri favorit sekalipun. Melihat kondisi seperti itulah maka seorang pendidik sejati, yaitu Dra.Betti Risnalenni, MM, hatinya tergerak untuk mendirikan sekolah berkualitas dengan program-program unggulannya, tapi yang masih bisa 
dinikmati oleh semua kalangan, tidak melihat si kaya maupun si miskin. Nah, pada malam perkuliahan kelas online belajar menulis, Senin, 29 Juni 2020 ini, beliau akan berbagi kepada kita semua tentang pengalaman dan kisah perjuangan beliau mendirikan sekolahnya serta program-programnya selama pandemi covid-19. Mari kita simak bersama-sama.



Awal Mula Berdirinya KB, TK, dan SD Insan Kamil
Kisah perjuangan Ibu Betti Risnalenni diawali dengan membuka kursus Aritmatika tahun 1996. Awal mulanya perjuangan beliau tidaklah mudah, karena selama 6 bulan, kegiatan kursus yang beliau jalankan hanya diikuti oleh 3 siswa. Beliau tetap berusaha untuk bertahan dengan kondisi yang ada. Berbekal pengalaman dan tekadnya yang kuat, tahun 1998 beliau mulai mengadakan perubahan dalam pola penaganan dan kegiatan kursusnya. Beberapa diantaranya yaitu dengan membagikan brosur dan sekaligus memperagakan alat aritmatika saat pembagian raport. Selain itu, beliau juga membuat sendiri buku diktat kursusnya. Sebagai pengganti ongkos cetaknya, para siswa membayar buku tersebut seharga 10 ribu. Dengan perjuangan beliau yang pantang menyerah, akhirnya lembaga kursusnya berkembang dengan pesatnya di Bekasi hingga bisa mendapatkan 400 siswa dengan 24 cabang kursusnya. Karena beliau sudah punya Yayasan Insan Kamil, ada salah seorang rekan kerjanya di salah satu  cabang kursusannya mengajak kerjasama untuk mendirikan sekolah atau TK. Awalnya beliau menolakkarena tidak memiliki biaya. Kalaupun mau membuka TK, beliau menginginkan sekolah yang bagus kualitasnya. Karena desakan temannya, akhirnya di bulan Maret 2003, berdirilah TK Insan Kamil rintisan beliau bersama temannya, dengan mengontrak sebuah rumah. Tiga bulan bekerja sama mengelola sekolah, temannya mengundurkan diri karena merasa rugi. Satu tahun mengontrak, beliau mencoba beli rumah di wilayah Bantar Gebang, Bekasi sehingga TK-nya pun berpindah ke tempat yang baru. Dari situlah beliau mendapat dukungan dari pihak developer perumahan tersebut dengan dimasukkannya ke dalam kalender perumahan. Dengan adanya dukungan dari pihak pengembang, secara tidak langsung sekolahnya juga ikut dipromosikan tanpa harus keluar biaya.

Dengan membeli lahan dekat sekolah TK-nya dan berkat dukungan masyarakat sekitar, akhirnya tahun 2004, Ibu Betti Risnalenni, mendirikan SD Insan Kamil di Bantar Gebang, Bekasi. Orientasinya bukan masalah profit atau keuntungan, tapi lebih kepada nilai-nilai sosial dan pengabdian untuk masyarakat secara menyeluruh tanpa membedakan golongan ekonomi lemah maupun yang berkecukupan. Beliau menginginkan sekolahnya menjadi sekolah yang bagus, sekolah idaman untuk siapa saja dengan tetap mengedepankan pendidikan akhlaq untuk para siswanya. Keisimewaan dan program unggulan yang Ibu Betti terapkan di sekolahnya antara lain; melestarikan permainan tradisional, tradisi salaman, hafalan hadits dan surah-surah pendek, hafalan surah juz 30, pembiasaan kebersihan, dan juga beragam kegiatan ekstra kurikuler yang beragam. Mulai dari olah raga voli, tenis meja, sepak bola, bulu tangkis, drum band, seni tari, pramuka semuanya gratis tanpa dipungut biaya. Para siswa juga diajarkan tentang kegiatan wirausaha dan jurnalistik juga.  Keistimewaan lainnya adalah beliau membebaskan biaya pendidikan untuk anak-anak yatim dan juga untuk anak-anak dari golongan ekonomi lemah (miskin). Tentu saja untuk mereka yang termasuk golongan mampu tetap membayar biayanya pendidikannya secara penuh.
Dengan perjuangannya itu akhirnya banyak manfaat dan prestasi yang bisa beliau raih, antara lain sebagai guru dan kepala sekolah berprestasi se-Bekasi dan juara 1 tokoh wanita berprestasi di bidang pendidikan se- serta juara 1 wirausaha se-Jawa Barat. Mengapa beliau perjuangan beliau begitu gigih dan pantang menyerah sehingga bisa mendirikan sekolah yang bagus kualitasnya tapi tetap bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk kalangan ekonomi lemah ? Rupanya, inilah m
otivasi beliau. "Anak miskin di sekolah biasa atau kurang, itu biasa. Anak kaya di sekolah yang bagus, itu biasa. Tapi anak yang kurang beruntung bisa sekolah di tempat yang bagus, itu yang luar biasa."
Hingga kini pun sekolah yang beliau naungi yaitu Kelompok Belajar (KB), TK dan SD Insan Kamil cukup terkenal dan masih menjadi sekolah idaman bagi masyarakat di sekitar wilayah Bantar Gebang, Bekasi khususnya. Bagi kalian yang ingin mengenal lebih jauh sosok Ibu Betti Risnalenni dan sekolahnya, bisa buka link berikut ini :
https://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2015/03/dra-betti-risnalenni-mm-pendiri-html
htpps://youtu.be/1r4dS-z9qFw

Pengelolaan Sekolah di Era Pandemi Covid-19
Berkenaan dengan pengelolaan sekolah di era covid-19, Ibu Betti Risnalenni mengatakan bahwa hal tersebut mungkin sama dengan yang dilakukan oleh sekolah lain. Untuk proses pembelajaran 3 bulan sebelumnya juga melalui daring. Walau wilayah Bantar Gebang,
khususnya di wilayah tempat beliau mengelola sekolahnya termasuk wilayah hijau, beliau tetap menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah. Selama kegiatan daring, para guru tidak hanya memberikan materi pelajaran saja, tapi juga penugasan yang berupa pendidikan kecakapan hidup (life skill) serta pendidikan karakter. Tentu saja semua itu disesuaikan juga dengan usia anak didiknya. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar walaupun ada mulai merasakan kebosanan belajar di rumah untuk anak-anak KB dan TK-nya. Anak-anak ingin sekali bertemu dengan teman-temannya serta belajar bersama dengan guru-gurunya di sekolah. Selama pandemi covid-19 ini, memang diperlukan kerjasama antara pihak yayasan/pengelola sekolah, guru dan juga orang tua. Terlebih lagi kepada para guru, karena di samping, mereka harus mengerjakan tugas-tugas rumahnya, mereka juga harus mengajar dari rumah yang kadang-kadang tidak sedikit kendala yang dihadapinya.

Sesi Tanya Jawab
Berikut ringkasan pada sesi tanya jawab yang bisa saya tuliskan di sini.
1. Pertanyaan : Selama pandemi covid-19, anak-anak sering memegang hp karena    
    pembelajarannya melalui daring, sehingga tidak jarang anak-anak minta main dengan hp.        Bagaimana solusinya supaya anak-anak tidak keseringan main hp ?
    Jawaban : Antara guru dan orang tua harus bisa kerja sama saat anak pegang hp. Anak-
    anak biasanya lebih patuh pada gurunya. Sehingga guru juga harus memberi tahu kepada 
    anak-anak bahwa mereka hanya boleh menggunakan hp saat belajar/berkomunikasi 
    dengan  gurunya. Boleh saja anak-anak bermain, tapi tetap dibasi waktunya, misalnya 15- 
    30 menit saja.
2. Pertanyaan : Selama kurang lebih 17 tahun mengelola sekolah, prinsip apa yang Ibu 
     pegang sehingga tetap survive dan berhasil mengelola sekolah menjadi sekolah yang 
     banyak  diminati oleh masyarakat ?
     Jawaban : Dalam mengelola sekolah, memang banyak tantangannya. Agar tetap survive, 
     kita memang harus sering-sering menghitung pemasukan dan pengeluarannya. 
     Pengelolannya harus cermat, walau bukan profit tujuannya, tapi minimal tidak nombok 
     supaya tetap bersemangat dalam bekerja. Klau di sekolah ada koperasi, sebaiknya dikelola 
     dengan sebaik-baiknya karena koperasi juga merupakan sumber pemasukan keuangan 
     sekolah. Sebagai pemasukan tambahan, beliau mendirikan kursus aritmatika dan kursus 
     bahasa Inggris juga. Untuk kursus bahasa Inggris, ide awalnya beliau ingin anak didiknya 
     bisa bahasa Inggris tapi tidak perlu jauh-jauh ke Pare, Kediri. Dibantu oleh anaknya yang 
     pernah kursus di Pare juaga, akhirnya terwujudlah keinginan itu. Program unggulan 
     lainnya yaitu diterapkannya program hafalan surah juz 30.  Jadi anak didik yang sudah 
     lulus dari sekolahnya, diharapkan benar-benar hafal surah-surah juz 30 dan bisa 
     menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, untuk lebih mendekatkan diri dan 
     sekolah yang dikelolanya pada masyarakat umumnya serta orang tua siswa pada 
     khususnya, beliau juga mengadakan seminar parenting secara rutin. Hal ini juga beliau 
     lakukan sebagai wahana promosi sekolahnya kepada masyarakat sekitar.
3. Pertanyaan : 
     1.  Apa saja persyaratan yang diperlukan untuk mendirikan sekolah ?
     2. Bagaimana prosedur pengurusan perijinannya ?
     3. Berapa lama biasanya pengurusan perijinannya bisa selesai ?
     Jawaban : Persyaratan dan prosedurnya antara lain ; Mendapat ijin warga dengan 
     dibuktikan 100 tanda tangan dari warga, dilanjutkan ijin ke RT/RW, lalu ke UPP atau 
     UPTD. Selanjutnya ke Disdik kota/kab (disidangkan). Persyaratan fisiknya, untuk TK 
     minimal 300 m2, SD min.1000 m2. Diperlukan juga ijin/akte pendirian yayasan dari 
     Kemenkumham. Asal semua persyaratan sudah lengkap, biasanya tidak lama.

Kesimpulan
Kalau ada niat yang baik, lakukanlah segera. In syaa Alloh akan membantu dan membimbing  kita.  Kalau mengerjakan sesuatu, lakukanlah yang terbaik karena nilainya akan memperbaiki citra dan kehidupan kita.









Sabtu, 27 Juni 2020

Resume 12 : Branding Dirimu Supaya Hidupmu Lebih Berarti

Jum'at, 26 juni 2020 merupakan hari ke-12 perkulian kelas online via WAG Belajar Menulis Bersama Om Jay. Malam ini kami berkesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman dari seorang motivator handal Indonesia. Beliau adalah Bapak Namin AB Ibnu Solihin, yang juga dikenal sebagai
founder motivatorpendidikan.com, seorang motivator pendidikan yang sudah melanglang buana ke segala penjuru Nusantara. Sebagai seorang motivator, namanya sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di samping sebagai seorang motivator, beliau juga seorang trainer pendidikan, pembicara seminar parenting, konsultan branding sekolah, dosen, blogger pendidikan dan penggiat pendidikan. Beliau juga sebagai Ayah dari tiga putri dan satu putra yang hidup tanpa gadget dan televisi.
Karir dunia trainingnya sudah beliau geluti lebih dari 15 tahun, baik yang bersifat sosial maupun profesional. Sebagai bentuk pengabdian diri dan kepedulian beliau dalam dunia pendidikan, beliau pun berbagi ilmu dan pengalaman serta menebar inspirasi ke lebih dari 250 lembaga pendidikan, NGO, komunitas dan perusahaan-perusahaan di berbagai wilayah perkotaan maupun pelosok tanah air. Kegiatan tersebut sudah beliau lakukan sejak tahun 2015 hingga sekarang.

Sebenarnya kegigihan dan sifat kemandirian beliau itu sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah, yaitu sebagai seorang office boy di SD dan SMK. Walau saat itu beliau berstatus sebagai seorang ketua OSIS, namun sifat kemandirian dan tidak tergantung kepada orang tua dan orang lain tetap kuat. Perjuangan ini beliau lanjutkan ketika mulai masuk ke perguruan tinggi. Di awali dengan bekerja sebagai penjaga kedai buku, foto copy dan bahkan sempat juga mencoba sebagai penyiar radio, jurnalis tabloit serta mendirikan sebuah EO (Enent Organizer) bernama Semangat Promosindo.

Jiwa pendidiknya sudah terliahat sejak masih belajar di Madrasah Diniyah, yaitu sudah bisa membantu mengajar di TPA. Kemudian tahun 2004, beliau mulai mengajar di Sekolah Dasar  dan berlanjut sampai dengan tahun 2015. Sebelum menfokuskan diri ke dunia training tahun 2015, beliau juga sempat mengajar di SMP dan SMA. Bahkan tidak sedikit amanah jabatan yang dipercayakan kepada beliau, antara lain sebagai Waka Kesiswaan, Kepala Sekolah, Tim Seleksi Kepala Sekolah, Tim Seleksi Tenaga Guru dan Dosen serta Tim Seleksi Guru Teladan.

Ketrampilan public speakingnya sudah terasah sejak beliau aktif di berbagai organisasi. Alhasil, beliau pun menjadi ahli dan tidak canggung lagi berbicara di depan umum. Dengan kemampuan dan pengalaman itulah sejak tahun 2004-2015, beliau mulai berbagi dengan memberikan pelatihan-pelatihan gratis. Baginya berbagi itu tidak akan pernah rugi, justru dengan berbagi maka kebahagiaan akan diperolehnya. Dengan berbagi berarti kita bisa memberikan manfaat yang kita miliki kepada orang lain. Bersama dengan teman-teman di Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, beliau memberikan pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek. Beliau juga dipercaya menjadi Project Manager dalam program pelatihan menulis bagi guru Teacher Writing Camp (TWC).

Untuk mengenalkan dirinya ke masyarakat, Bapak Namin AB Ibnu Solihin mulai membranding diri mulai tahun 2012. Namun jalannya ternyata tidaklah mudah, tercatat dari tahun 2012-2015 beberapa kali berganti branding, sebagai founder @guruakhlak dengan mendirikan guruberakhlak.com, founder @gurubicara dengan mendirikan gurubicara.com, founder @bisaberbagi dengan mendirikan bisaberbagi.co, founder @komunitasguruinspiratif dan beberapa branding lainnya.

Tahun 2014, beliau mulai menjadi trainer dan motivator pendidikan secara profesional dengan Branding Motivator Pendidikan  Kreatif dan membuat blog motivatorpendidikan.wordpress.com. Dengan branding tersebut, jadwal training beliau mulai padat. Salah satu tema trainingnya adalah "Mendidik Dengan Keteladanan dan Cinta." Tema itu diambilkan dari buku yang beliau tulis. Tahun 2015, beliau harus memutuskan jalan yang terbaik untuk dirinya dan masyarakat luas dengan berprinsip "wajib dapat uang hala," maka jabatan guru, kepala sekolah dan sertifikasi yang seharusnya beliau dapatkan pun ditinggalkannya. Beliau tidak ingin mendapatkan uang itu, sementara dirinya tidak mengajar dan tidak menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Atas dasar kemaslahatan yang lebih banyak agar ide dan
gagasan beliau dalam dunia pendidikan dapat dirasakan oleh banyak guru di seluruh pelosok Indonesia, maka beliau merelakan untuk melepaskan semua jabatannya. Dan tahun 2015, atas izin dan ridho Alloh SWT, beliau melaunching program Training, Seminar dan Workshop di website www.motivatorpendidikan.com, sejak saat itulah Namin AB Ibnu Solihin dikenal sebagai founder motivatorpendidikan.com. 

Walau Bapak Namin AB Ibnu Solihin sudah menjadi seorang motivator pendidikan yang terkenal, beliau masih menyempatkan diri untuk memberikan perkuliahan di beberapa perguruan tinggi. Dalam mengajar, beliau mengembangkan sebuah konsep yang menarik yaitu, "Mengajar Kreatif layaknya Kelas-Kelas Training." Dengan menerapkan konsep mengajar yang dinamis dan menyenangkan itulah akhirnya beliau mendapat penghargaan sebagai dosen terbaik pilihan mahasiswa.

Selain sebagai motivator pendidikan, Bapak namin AB Ibnu Solihin juga sempat menerbitkan beberapa bukunya, antara lain: Saya Mau Jadi Guru Go Blog, Mendidik Dengan Cinta dan Keteladanan, Cinta Sang Guru, dan Buku Antologi yang digagasnya bersama guru dan mahasiswa, diantaranya: Guru Kreatif di Zaman Digital, Bukan Guru Biasa, Pelangi Cinta dan Cita. Inspirasi untuk membangun masa depan dan gagasannya dalam dunia pendidikan bisa dibaca pada www.motivatorpendidikan.com. serta di blog dan media sosial yang dimiliki beliau, seperti facebook dan istagram.

Dari keseluruhan materi yang sudah dipaparkan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.Teruslah bersemangat untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan 
   dan meneladani,
2.Terus belajar dari berbagai macam sumber. Banyak-banyaklah membaca buku
   Karena kita tidak mungkin bisa menulis yang baik dan berkualitas jika kita malas membaca.
3.Jadilah sebaik-baik manusia yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang.
4.Jika tidak paham dengan branding, tidak perlu dipusingkan. fokus saja menulis sesuai dengan 
   kemampuan kita.


Kamis, 25 Juni 2020

Resume 11 : Belajar Ngeblog Bersama Guru Handal Segudang Prestasi, Dedi Dwitagama

Malam ini, Rabu, 24 Juni 2020, kelas belajar menulis online kami mendapat kesempatan untuk belajar bersama guru blogger handal, Bapak Dedi Dwitagama namanya. Beliau adalah seorang yang memiliki multi talenta. Selain seorang guru blogger, beliau juga seorang motivator, trainer, youtuber dan juga
seorang penghobi fotografi. Hingga saat ini, beliau masih mengajar di SMK N 50 Jakarta untuk mata pelajaran Matematika. Sebagai seorang guru dan sekaligus juga berkecimpung di berbagai macam kegiatan di luar tugas mengajarnya, tentu tidaklah mudah untuk mengatur jadwalnya. Namun demikian, ternyata dengan kegigihan dan  kedisiplinan waktu yang beliau terapkan, beliau tetap bisa enjoy menjalani hidupnya. Dengan tetap berusaha mendisiplinkan diri, menghantarkan beliau menjadi seorang guru dengan segudang prestasi yang bisa diraih serta kaya akan ilmu pada dirinya. Bahkan dengan kesibukannya, beliau pun masih sempat dipercaya sebagai kepala sekolah di beberapa tempat antara lain di STM N 39 Jakarta (2005), SMK N 3 Jakarta (2009), di SMK N 36 Jakarta (2011) serta di SMK N 29 Penerbangan Jakarta (2012). Karena pencapaian ini semua, beliau pun pernah dinobatkan sebagai seorang kepala sekolah berprestasi juga. Tentu, semua ini takkan lepas dari kedisiplinan dan kegigihan beliau dalam menjalani segala kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya serta target yang akan dicapainya. Nah, sebagai bahan referensi untuk kami dan juga para pembaca semua, mari kita simak bersama tulisan ini, yang berisi sharing ilmu dan pengalaman beliau, dalam kegiatan belajar menulis secara online bersama Om Jay, yang bertajuk Mendokumentasikan Kegiatan Melalui Blog.

Pengertian blog

Mengawali sharing pengalamannya, Bapak Dedi Dwitagutama menjelaskan tentang pengertian blog. Menurut beliau, blog adalah catatan atau dokumentasi seseorang/ sebuah organisasi yang ditayangkan di internet berbasis web, sehingga bisa diakses oleh semua orang yang menghendakinya. Media blog ini pertama kali dipopulerkan oleh blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya  diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan untuk perkembanagan para penulis blog.

Kisah Ngeblog Pak Dedi Dwitagama

Sejak tahun 2005, Bapak Dedi Dwitagama sudah menenal blog, yaitu di blogger.com. Blog pertama beliau yaitu http://dwitagama.blogspot. Tahun 2007, beliau hijrah ke wordpress.com dengan link nya https://dedidwitagama.wordpress.com. Isi blog beliau sungguh luar biasa, dilihat hampir 2 juta viewers dan pengunjung hampir 600 ribu, wow menakjubkan. Untuk menambah wawasan dan menyalurkan hobbi nulisnya, beliau juga ngeblog di Kompasiana, linknya https://www.kompasiana.com/dwitagama. Posting terakhir beliau ada di link https://dedidwitagama.wordpress.com sungguh menghebohkan isinya, yaitu seorang balita yang sudah pandai merokok, bahkan dilakukan di depan ibu dan adiknya. Sungguh miris, bukan ? Dalam pikiran kita pasti akan timbul pertanyaan, kok bisa ya ? Siapa yang ngajari ? Di mana belajarnya ? Dan masih banyak lagi kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul. Lantas, siapa yang patut dipersalahkan ? Bagaimana tanggung jawab kedua orang tuanya terhadap kesehatan paru-paru anak-anaknya dan juga mereka ? Sungguh memprihatinkan dan tak patut ditiru perbuatannya.

Hobi fotografi

Selain ngeblog, ternyata Bapak Dedi Dwitagama juga hobi fotografi dan mendokumentasikan hasil-hasil fotografinya di blog khusus beliau yaitu di link https://fotodedi.wordpress.com dan kegiatan ini sudah beliau lakukan sejak zaman sebelum ada istagram. 

Untuk mengenal lebih jauh tentang Bapak Dedi Dwitagama dengan segala aktivitasnya, para pembaca bisa membuka tautan berikut ini :
1. http://dedidwitagama.worpress.com/about
2. http://trainerkita.wordpress.com
3. https://www.istagram.com/dwitagama/
4. https://www.youtube.com/user/dwitagama
5. https://youtu.be/NcvZt-0SJ4k
6. https://anchor.fm/dwitagama    ... (podcast)
7. https://dedidwitagama.worpress.com/2020/04/08/selamat-jalan-glenn-fredly/
8. https://dedidwitagama.worpress.com/2020/05/26/podcast-lebaran-2020/
9 .https://dedidwitagama.worpress.com/2020/06/17/coret-coret-aja-semuanya